¨ Sebagai kepedulian terhadap peningkatan atmosfer akademik
di kalangan siswa, setelah tahap seleksi karya tulis yang dikirimkan oleh
perwakilan dari puluhan sekolah se-Indonesia, Fakultas Pertanian dan Peternakan
(FPP) UMM mengadakan Final Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (7/8). Bertempat
di Ruang Sidang FPP, kompetisi bertema “Peran Serta Sektor Pertanian,
Peternakan, dan Kehutanan dalam Meningkatkan Ketahanan dan Keamanan Pangan Indonesia”
itu diikuti 10 tim finalis dari
SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA).
¨ Kesepuluh finalis tersebut adalah MAN 3 Kediri, SMAN 1
Kesamben Blitar, SMK Arsy Baruna Indonesia Situbondo, MAN Pamekasan, SMA
Muhammadiyah 1 Babat, SMAN 5 Yogyakarta, MA Matholi’ul Anwar Lamongan, SMAN 1
Mengwi Bali, SMAN 3 Unggulan Kayuagung Sumatra Selatan, dan MA Nurul Ulum
Malang
¨ Dari 98 judul karya tulis yang diterima panitia, hanya 10
tim yang berhak mempresentasikan karyanya. Dengan judul tulisan Pemanfaatan
Jantung Pisang (Musa paradisiaca) Sebagai Bahan Pengawet Daging, SMAN 1
Mengwi Bali akhirnya ditetapkan sebagai Juara I LKTI Nasional 2010 dengan skor
577,5.
¨ Kemenangan tersebut disusul MAN 3 Kediri dengan karya
berjudul Pemanfaatan Limbah Kulit Nanas (Ananas comous L. Merr) Sebagai
Bahan Baku Alternatif Pembuatan Cuka yang berhasil menempati posisi kedua
dengan skor 575.
¨ Tentang isu ketahanan dan keamanan pangan yang diusung
sebagai tema, Dekan FPP, Damat, menjelaskan bahwa dunia pertanian dan perikanan
tidak bisa digantikan keberadaannya.
¨ “Ke depan akan terjadi devisit pangan yang lebar karena
pola pertumbuhan produksi pangan dan permintaan pangan konsumen dunia yang
lebih banyak permintaan daripada produksinya,” jelasnya di sela-sela pengenalan
FPP di hadapan peserta LKTI dan guru pendamping.
¨ Ketua penyelenggara lomba, Riza Rahman Hakim, mengaku
bangga melihat tingginya antusiasme siswa dan guru pendamping yang, menurutnya,
tampak dari banyaknya pengunjung yang mengakses pengumuman lomba di website
UMM. “Ternyata kepedulian mereka (siswa SMA. red) terhadap dunia
akademik masih sangat tinggi, hanya sekian persen yang tidak peduli. Artinya
tidak semuanya hura-hura, ada yang masih konsen dalam mengembangkan karya
ilmiah,” papar Dosen Jurusan Perikanan itu. Sumber
bestari umm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar